Rabu, 21 Maret 2012

Ahli Pendidikan dan 3 orang Ibu


Kiriman: "Vitry Adyanie"
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Seorang ahli pendidikan bertanya pada tiga orang ibu yang ditunjuk dari para
peserta sebuah pelatihan.

Ahli pendidikan (AP) : "Misalkan suatu pagi Anda sedang menyiapkan roti bakar
untuk sarapan suami Anda, tiba-tiba telepon berdering, anak Anda menangis, dan
roti bakar jadi hangus. Lalu suami Anda berkomentar : 'Kapan kamu akan belajar

Airmata mutiara

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengeluh
pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah
dan lembek. "Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air
mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita, bangsa kerang, sebuah tangan
pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu."

Si ibu terdiam sejenak, "Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi
terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu
lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang
menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang
bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa
sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia
meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun
lamanya.

aku akan terus membopongmu...

Pada hari pernikahan, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti
di depan flat kami yang cuma berkamar satu. Sahabatku menyuruhku
untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia
memasuki rumah kami. Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang
pengantin pria yang sangat bahagia. Dan ia sangat tahu itu.

Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.